Thursday, October 29, 2009

NUR MUHAMMAD SAW

Nabi Muhammad saw. telah dipilih Alloh swt. untuk jadi penutup para nabi dan rosul, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam, sebelum nabi Adam diciptakan. Rosululloh saw. datang sebagai penutup bagi semua risalah samawi.

Beliau saw. telah diangkat menjadi nabi ketika Adam masih berupa tanah. Hadits yang menyatakan hal tersebut adalah:

1)Hadits dari al-‘Irbadh ibn Sariyyah r.a.; beliau meriwayatkan bahwa Rosululloh saw. bersabda: “Inni ‘abdulloh khootam al-nabiyyiinn wa inna Aadam lamunjadil fii thiinatih” (Sesungguhnya aku hamba Alloh yang merupakan penutup para nabi ketika Adam masih berupa tanah.” (HR Ahmad, al-Hakim, dan Ibn Hibban).

2)Hadits Abu Hurairoh r.a. yang mengatakan “Para sahabat bertanya, “Wahai Rosulalloh, kapan kenabian ditetapkan bagimu?” Beliau menjawab: ‘wa Aadam baina al-ruuh wa al-jasad’ (Ketika Adam masih berada di antara jasad dan ruh’).” (H.R. at-Turmudzi dan al-Hakim).

3)Hadits Abdulloh ibn Syafiq r.a. dari “seorang lelaki” – yakni dari kalangan sahabat Nabi saw.; (ketidaktahuan tentang nama seorang sahabat tidak menjadi masalah sebagaimana yang dikenal di kalangan ahli hadits). Ia mengatakan, “Aku bertanya, ‘wahai Rosulalloh, kapan engkau dijadikan sebagai nabi?’ Beliau menjawab: “Ketika Adam masih berada di antara ruh dan jasad” (H.R. Ahmad).

4)Hadits Maisaroh al-Fajr r.a. Ia berkata, “Aku bertanya: ‘Wahai Rosululloh, kapan engkau menjadi nabi?’ Dalam teks lain, ‘Kapan engkau dikukuhkan?’ Beliau menjawab: ‘Ketika Adam masih berada di antara ruh dan jasad” (H.R.Ahmad dan al-Hakim).

Catatan:
1 Ahmad, al-Musnad, Juz IV, hal. 217; al-Hakim, al-Mustadrok, Juz II, hal. 148; al-Hakim, “Kitab ‘Alaamat Nubuwwah Nabiyyinaa, Bab Fii Awwal Amrihi”, dalam Mawaarid azh-Zham’an hal 512. Hadits ini shohih menurut Ibn Hibban dan al-Hakim, dan dikuatkan oleh adz-Dzahabi.

2 at-Turmudzi, Kitab al-Manaqib, Bab “Fadhl an-Nabiy”. Dan al-Hakim, al-Mustadrok, Juz II, hal. 609.

3 Ahmad, al-Musnad, Juz IV, hal. 66; Juz V, hal. 379; sanadnya shohih menurut al-Haitsami, para perowinya adalah perowi yang shohih, lihat Majma’az-Zawaa’id, Juz VIII, hal. 223.

4 Ahmad, al-Musnad, Juz V, hal. 59; al-Hakim, al-Mustadrok, Juz XX, hal. 607-609. Al-Hakim menilainya shohih dan disepakati oleh adz-Dzahabi. Al-Haitsami mengatakan hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan ath-Thobroni dan para perowinya adalah perowi yang shohih. Lihat Majmu’ az-Zawaa’id. Juz VIII, hal. 223.

Sumber:
Mohammad Abdo Yamani.2006. Kupertaruhkan Segalanya Demi Engkau, Ya Rasulullah! Terjemahan Ali Yahya dari Kitab (Bi Abii Anta wa Ummii Ya Rosuulalloh). Jakarta: Dar al-Kutub al-Islamiyah, hal. 67-68.